Halaman

Jumat, 23 November 2012

Fertilitas menurut hasil SP 2010


ANALISIS HASIL SENSUS PENDUDUK 2010

            Berdasarkan data SP 2010, jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2010 sebesar 237.641.326 jiwa yang terdiri dari 118.320.256 jiwa (49,79 persen) yang bertempat tinggal di wilayah perkotaan dan 119.321.070 jiwa (50,21 persen) yang bertempat tinggal di daerah pedesaan. Lebih banyak penduduk yang tinggal di pedesaan di bandingkan penduduk perkotaan.
            Pada tahun 2010, penyebaran penduduk Indonesia menurut pulau-pulau besar adalah pulau Sumatera yang luasnya 25,2 persen dari luas seluruh wilayah Indonesia dihuni oleh 21,3 persen penduduk, Jawa yang luasnya 6,8 persen dihuni oleh 57,5 persen penduduk, Kalimantan yang luasnya 28,5 persen dihuni oleh 5,8 persen penduduk, Sulawesi yang luasnya 9,9 persen dihuni oleh 7,3 persen penduduk, Maluku yang luasnya 4,1 persen dihuni oleh 1,1 persen penduduk, dan Papua yang luasnya 21,8 persen dihuni oleh 1,5 persen penduduk.

Sampai tahun 2010 distribusi penduduk Indonesia masih terkonsentrasi di pulau Jawa karena di pulau Jawa terdapat ibu kota Negara yang sebagai pusat pemerintahann sehingga pulau Jawa masih terlalu padat penduduknya. Sedangkan Papua merupakan pulau yang paling kecil kepadatan penduduknya.

Piramida Penduduk
Piramida penduduk dapat menggambarkan komposisi umur dan jenis kelamin suatu penduduk secara grafik. Berikut adalah piramida penduduk Indonesia tahun 2010.
Jumlah penduduk usia 0-4 tahun lebih kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 5-9 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian pertumbuhan penduduk yang dilaksanakan melalui program KB sejak tahun 1970-an telah berhasil.
Jumlah penduduk usia 25-29 merupakan penduduk usia kerja yang paling banyak. Lebar pada bagian dasar piramida menunjukkan bahwa proporsi penduduk usia muda yang besar dan mengecilnya proporsi penduduk usia tua serta pertumbuhan penduduk yang tinggi. 

Komposisi Penduduk
Penduduk usia muda, yaitu penduduk usia di bawah 15 tahun atau kelompok umur 0-14 tahun sebanyak 68.603.263 jiwa atau sekitar 29 %. Penduduk usia produktif adalah penduduk umur 15-59 tahun yang pada tahun 2010 sebanyak 150.994.351 jiwa atau sekitar 63 % dan sisanya merupakan penduduk usia lanjut ( penduduk umur 60 tahun ke atas yang jumlahnya 18.043.712 jiwa atau 8 %.


Rasio Jenis Kelamin (Sex Ratio)
            Seks rasio merupakan perbandingan abanyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk perempuan pada suatu daerah dan kurun waktu tertentu.
Perkotaan
Sex Ratio=101,34
Penduduk laki-laki Indonesia (perkotaan) sebanyak 59.559.622 jiwa dan perempuan sebanyak 58.760.634 jiwa. Seks Rasio perkotaan adalah 101, berarti terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.
·         Pedesaan
Sex Ratio  =101,39
Penduduk laki-laki Indonesia (pedesaan) sebanyak 60.071.291 jiwa dan perempuan sebanyak 59.249.779 jiwa. Seks Rasio pedesaan adalah 101, berarti setiap 100 perempuan terdapat 101 laki-laki
·         Perkotaan + Pedesaan
Sex Ratio =101,37
Penduduk laki-laki Indonesia sebanyak 119.630.913 jiwa dan perempuan sebanyak 118.010.413 jiwa. Seks Rasio adalah 101, berarti terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.
Dari ketiga perhitungan dapat ditarik kesimpulan bahwa seks rasio di Indonesia baik di daerah perkotaan, pedesaan maupun total besarnya adalah 101. Sedangkan Seks Rasio menurut provinsi, yang terendah adalah provinsi NTB yaitu 94 (terdapat 94 laki-laki untuk setiap 100 perempuan) dan yang tertinggi adalah provinsi Papua sebesar 113 (terdapat 113 laki-laki untuk setiap 100 perempuan)
Seks Rasio nasional pada kelompok umur 0-4 sebesar 106, umur 5-9 sebesar 106, kelompok umur lima tahunan dari 10 sampai 64 berkisar antara 93 sampai dengan 109, dan umur 65+ sebesar 81.

Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate / CBR)
Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate / CBR) merupakan banyaknya kelahiran tiap seribu penduduk pada suatu tahun tertentu.  
CBR2010 Indonesia (perkotaan + pedesaan) = 18,5 ≈ 18
·         CBR2010 Indonesia (perkotaan) = 18,4 ≈ 18
·         CBR2010 Indonesia (pedesaan)  = 18,9 ≈ 19

Berdasarkan data SP 2010, pada tahun 2010 terdapat 18 kelahiran per seribu penduduk perkotaan dan 19 kelahiran per seribu penduduk pedesaan di Indonesia. Sehingga dapat disimpulkan bahwa di Indonesia setiap 1000 penduduk terdapat sekitar 18-19 kelahiran bayi.

Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate/ASFR)

Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate / ASFR) merupakan banyaknya kelahiran tiap seribu penduduk wanita pada suatu kelompok umur tertentu.
Tabel 1.1. Jumlah Penduduk Wanita per Kelompok Umur, ASFR2010, dan Jumlah Kelahiran Berdasarkan Data SP 2010 di Indonesia

Kelompok Umur
Jumlah Wanita
ASFR2010
Jumlah Kelahiran
(Kol 2 x Kol 3 / 1.000)
(1)
(2)
(3)
(4)
 15 -19
10.266.428
41
22.579

 20 - 24
10.003.920
117
80.935

 25 - 29
10.679.132
130
87.590

 30 - 34
9.881.328
105
60.079

 35 - 39
9.167.614
61
30.566

 40 - 44
8.202.140
22
10.490

 45 - 49
7.008.242
6
2.929

Jumlah
3.122.552
295.167
Sumber: SP 2010
Berdasarkan hasil SP 2010 ASFR Indonesia pada kelompok umur 45-49 sebesar 6, artinya wanita yang berusia 45-49 tahun, dalam satu tahun rata-rata akan melahirkan 0,006 bayi (6 kelhiran untuk setiap 1000 wanita). Tingkat fertilitas tertinggi terdapat pada usia 25-29 tahun yaitu ASFR sebesar 130. Sedangkan tingkat fertilitas terendah pada usia 45-49 tahun yaitu ASFRnya sebesar 6.

Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate / GFR)
Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate / GFR) merupakan banyaknya kelahiran tiap seribu wanita yang berumur 15-49 tahun.
GFR2010 Indonesia (perkotaan) = 63,72 ≈ 64
GFR2010 Indonesia (pedesaan) = 71,54 ≈ 72
GFR2010 Indonesia (perkotaan + pedesaan) = 67,45 ≈ 67
Berdasarkan data SP 2010, pada tahun 2010 terdapat 67 kelahiran per seribu penduduk wanita berumur 15-49 tahun di Indonesia. Untuk wilayah perkotaan terdapat 64 kelahiran sedangkan untuk wilayah pedesaan terdapat 72 kelahiran. Sehingga jika di bandingkan angka GFR wilayah pedesaan lebih besar darpada wilayah perkotaan.

Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate / TFR)
Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate / TFR) merupakan rata-rata jumlah anak yang akan dipunyai seorang wanita selama masa reproduksinya.

TFR2010 Indonesia
TFR2010    = 5 x (41 + 117 + 130 + 105 + 61 + 22 + 6)
                = 5 x 482
                = 2.410 per seribu wanita usia reproduksi (15-49 tahun).

Berdasarkan data SP 2010, rata-rata jumlah anak yang akan dipunyai oleh seribu wanita selama masa reproduksinya di Indonesia adalah sebesar 2.410 jiwa. Ini dapat diartikan bahwa wanita di Indonesia pada tahun 2010 rata-rata akan mempunyai anak sebanyak 2 sampai 3 orang di akhir masa reproduksinya.

Rasio Anak Ibu (Child Woman Ratio / CWR)

Rasio Anak Ibu (Child Woman Ratio / CWR) merupakan rasio antara jumlah anak perempuan umur di bawah 5 tahun dengan jumlah penduduk wanita usia reproduksi (15-49 tahun). Berdasarkan data SP 2010, jumlah penduduk umur 0-4 tahun di Indosesia adalah sebanyak 22.678.702 jiwa, sehingga CWR2010 Indonesia adalah = 347,78 ≈ 348
Artinya berdasarkan data SP 2010, terdapat 348 anak yang berumur 0-4 tahun per seribu wanita yang berumur 15-49 tahun di Indonesia.
Sedangkan jumlah penduduk umur 0-4 tahun klasifikasi perkotaan adalah sebanyak 11.025.060 jiwa, sehingga CWR2010 Perkotaan adalah 323,39 ≈ 323
Artinya di wilayah perkotaan, terdapat 323 anak yang berumur 0-4 tahun per seribu wanita yang berumur 15-49 tahun..
            Sedangkan untuk wilayah pedesaannya adalah 374,51 ≈ 375
            Artinya di daerah pedesaan terdapat 375 anak yang berumur 0-4 tahun per seribu wanita yang berumur 15-49 tahun.
            Dengan membandingkan CWRnya, di daerah perkotaan lebih kecil daripada pedesaan. Hal ini dikarenakan jumlah jumlah bayi di perkotaan lebih kecil sedangkan jumlah wanita usia suburnya lebih besar sehingga menghasilkan angka CWR yang lebih kecil.
Dalam menghitung indikator/ukuran fertilitas terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan tahunan (yearly performance) dan ukuran sejarah kelahiran (reproductive history). Dari ukuran-ukuran diatas yang masuk ukuran yearly performance adalah CBR, GFR dan TFR. Sedangkan yang termasuk ukuran reproductive history adalah CWR.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar