ANALISIS
HASIL SENSUS PENDUDUK 2010
Berdasarkan data SP 2010, jumlah
penduduk Indonesia pada tahun 2010 sebesar 237.641.326 jiwa yang terdiri dari
118.320.256 jiwa (49,79 persen) yang bertempat tinggal di wilayah perkotaan dan
119.321.070 jiwa (50,21 persen) yang bertempat tinggal di daerah pedesaan. Lebih
banyak penduduk yang tinggal di pedesaan di bandingkan penduduk perkotaan.
Pada
tahun 2010, penyebaran penduduk Indonesia menurut pulau-pulau besar adalah
pulau Sumatera yang luasnya 25,2 persen dari luas seluruh wilayah Indonesia dihuni oleh 21,3
persen penduduk, Jawa yang luasnya 6,8 persen dihuni oleh 57,5 persen penduduk,
Kalimantan yang luasnya 28,5 persen dihuni oleh 5,8 persen penduduk, Sulawesi
yang luasnya 9,9 persen dihuni oleh 7,3 persen penduduk, Maluku yang luasnya
4,1 persen dihuni oleh 1,1 persen penduduk, dan Papua yang luasnya 21,8 persen
dihuni oleh 1,5 persen penduduk.
Piramida Penduduk
Piramida
penduduk dapat menggambarkan komposisi umur dan jenis kelamin suatu penduduk secara
grafik. Berikut adalah piramida penduduk Indonesia tahun 2010.
Jumlah penduduk usia 0-4 tahun lebih kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 5-9 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian pertumbuhan penduduk yang dilaksanakan melalui program KB sejak tahun 1970-an telah berhasil.
Jumlah penduduk usia 0-4 tahun lebih kecil dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 5-9 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan pengendalian pertumbuhan penduduk yang dilaksanakan melalui program KB sejak tahun 1970-an telah berhasil.
Jumlah penduduk usia 25-29 merupakan
penduduk usia kerja yang paling banyak. Lebar pada bagian dasar piramida
menunjukkan bahwa proporsi penduduk usia muda yang besar dan mengecilnya
proporsi penduduk usia tua serta pertumbuhan penduduk yang tinggi.
Komposisi Penduduk
Penduduk usia muda, yaitu penduduk usia di bawah 15 tahun atau kelompok umur 0-14 tahun sebanyak 68.603.263 jiwa atau sekitar 29 %. Penduduk usia produktif adalah penduduk umur 15-59 tahun yang pada tahun 2010 sebanyak 150.994.351 jiwa atau sekitar 63 % dan sisanya merupakan penduduk usia lanjut ( penduduk umur 60 tahun ke atas yang jumlahnya 18.043.712 jiwa atau 8 %.
Rasio Jenis
Kelamin (Sex Ratio)
Seks rasio
merupakan perbandingan abanyaknya penduduk laki-laki dengan banyaknya penduduk
perempuan pada suatu daerah dan kurun waktu tertentu.
Perkotaan
Penduduk laki-laki Indonesia (perkotaan) sebanyak 59.559.622 jiwa dan perempuan sebanyak 58.760.634 jiwa. Seks Rasio perkotaan adalah 101, berarti terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.
·
Pedesaan
Penduduk laki-laki Indonesia (pedesaan) sebanyak 60.071.291 jiwa dan perempuan sebanyak 59.249.779 jiwa. Seks Rasio pedesaan adalah 101, berarti setiap 100 perempuan terdapat 101 laki-laki
·
Perkotaan + Pedesaan
Penduduk laki-laki Indonesia sebanyak 119.630.913 jiwa dan perempuan sebanyak 118.010.413 jiwa. Seks Rasio adalah 101, berarti terdapat 101 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.
Dari ketiga perhitungan dapat ditarik kesimpulan
bahwa seks rasio di Indonesia baik di daerah perkotaan, pedesaan maupun total
besarnya adalah 101. Sedangkan Seks Rasio menurut provinsi, yang terendah
adalah provinsi NTB yaitu 94 (terdapat 94 laki-laki untuk setiap 100 perempuan)
dan yang tertinggi adalah provinsi Papua sebesar 113 (terdapat 113 laki-laki
untuk setiap 100 perempuan)
Seks Rasio nasional pada kelompok umur 0-4
sebesar 106, umur 5-9 sebesar 106, kelompok umur lima tahunan dari 10 sampai 64
berkisar antara 93 sampai dengan 109, dan umur 65+ sebesar 81.
Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate / CBR)
Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate / CBR) merupakan banyaknya kelahiran tiap seribu penduduk pada suatu
tahun tertentu.
CBR2010 Indonesia (perkotaan + pedesaan) = 18,5 ≈ 18
CBR2010 Indonesia (perkotaan + pedesaan) = 18,5 ≈ 18
·
CBR2010 Indonesia (perkotaan) = 18,4
≈ 18
·
CBR2010 Indonesia (pedesaan) =
18,9
≈ 19
Berdasarkan data SP 2010, pada tahun 2010 terdapat 18 kelahiran per seribu penduduk
perkotaan dan 19 kelahiran per seribu penduduk pedesaan di Indonesia. Sehingga dapat disimpulkan
bahwa di Indonesia setiap 1000 penduduk terdapat sekitar 18-19 kelahiran bayi.
Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate/ASFR)
Angka Kelahiran Menurut Umur (Age
Specific Fertility Rate / ASFR) merupakan banyaknya kelahiran tiap seribu penduduk wanita
pada suatu kelompok umur tertentu.
Tabel 1.1. Jumlah Penduduk Wanita per Kelompok Umur, ASFR2010, dan Jumlah Kelahiran Berdasarkan
Data SP 2010 di Indonesia
Kelompok
Umur
|
Jumlah
Wanita
|
ASFR2010
|
Jumlah
Kelahiran
(Kol
2 x Kol 3 / 1.000)
|
|
(1)
|
(2)
|
(3)
|
(4)
|
|
15 -19
|
10.266.428
|
41
|
22.579
|
|
20 - 24
|
10.003.920
|
117
|
80.935
|
|
25 - 29
|
10.679.132
|
130
|
87.590
|
|
30 - 34
|
9.881.328
|
105
|
60.079
|
|
35 - 39
|
9.167.614
|
61
|
30.566
|
|
40 - 44
|
8.202.140
|
22
|
10.490
|
|
45 - 49
|
7.008.242
|
6
|
2.929
|
|
Jumlah
|
3.122.552
|
295.167
|
||
Sumber:
SP 2010
Berdasarkan
hasil SP 2010 ASFR Indonesia pada kelompok umur 45-49 sebesar 6, artinya wanita
yang berusia 45-49 tahun, dalam satu tahun rata-rata akan melahirkan 0,006 bayi
(6 kelhiran untuk setiap 1000 wanita). Tingkat fertilitas tertinggi terdapat
pada usia 25-29 tahun yaitu ASFR sebesar 130. Sedangkan tingkat fertilitas
terendah pada usia 45-49 tahun yaitu ASFRnya sebesar 6.
Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate / GFR)
Angka Kelahiran Umum (General Fertility Rate / GFR)
merupakan banyaknya
kelahiran tiap seribu wanita yang berumur 15-49 tahun.
GFR2010 Indonesia (perkotaan) = 63,72 ≈ 64
GFR2010 Indonesia (pedesaan) =
71,54 ≈ 72
GFR2010 Indonesia (perkotaan + pedesaan) = 67,45 ≈ 67
GFR2010 Indonesia (perkotaan) = 63,72 ≈ 64
GFR2010 Indonesia (pedesaan)
GFR2010 Indonesia (perkotaan + pedesaan) = 67,45 ≈ 67
Berdasarkan data SP 2010, pada tahun 2010 terdapat 67 kelahiran per seribu penduduk
wanita berumur 15-49 tahun di
Indonesia.
Untuk wilayah perkotaan terdapat 64 kelahiran sedangkan untuk wilayah pedesaan
terdapat 72 kelahiran. Sehingga jika di bandingkan angka GFR wilayah pedesaan
lebih besar darpada wilayah perkotaan.
Angka Kelahiran Total (Total Fertility Rate / TFR)
Angka
Kelahiran Total (Total Fertility Rate / TFR)
merupakan rata-rata jumlah anak yang akan dipunyai seorang wanita selama masa
reproduksinya.
TFR2010
Indonesia
TFR2010 = 5 x (41 + 117 + 130 + 105 + 61 + 22 + 6)
=
5 x 482
=
2.410 per seribu wanita usia reproduksi (15-49 tahun).
Berdasarkan data SP 2010, rata-rata
jumlah anak yang akan dipunyai oleh seribu wanita selama masa reproduksinya di Indonesia
adalah sebesar 2.410 jiwa. Ini dapat diartikan bahwa wanita di Indonesia pada
tahun 2010 rata-rata akan mempunyai anak sebanyak 2 sampai 3 orang di akhir
masa reproduksinya.
Rasio Anak Ibu (Child Woman Ratio / CWR)
Rasio
Anak Ibu (Child Woman Ratio / CWR) merupakan rasio antara jumlah anak
perempuan umur di bawah 5 tahun dengan jumlah penduduk wanita usia reproduksi
(15-49 tahun). Berdasarkan
data SP 2010, jumlah penduduk umur 0-4 tahun di Indosesia adalah sebanyak 22.678.702
jiwa, sehingga CWR2010 Indonesia adalah = 347,78 ≈ 348
Artinya berdasarkan data SP 2010, terdapat 348 anak
yang berumur 0-4 tahun per seribu wanita yang berumur 15-49 tahun di Indonesia.
Sedangkan
jumlah penduduk umur 0-4 tahun klasifikasi perkotaan adalah sebanyak 11.025.060 jiwa, sehingga
CWR2010 Perkotaan adalah 323,39 ≈ 323
Artinya di wilayah perkotaan, terdapat 323 anak yang
berumur 0-4 tahun per seribu wanita yang berumur 15-49 tahun..
Sedangkan untuk wilayah pedesaannya
adalah 374,51 ≈ 375
Artinya di daerah pedesaan terdapat
375 anak yang berumur 0-4 tahun per seribu wanita yang berumur 15-49 tahun.
Dengan membandingkan CWRnya, di
daerah perkotaan lebih kecil daripada pedesaan. Hal ini dikarenakan jumlah
jumlah bayi di perkotaan lebih kecil sedangkan jumlah wanita usia suburnya
lebih besar sehingga menghasilkan angka CWR yang lebih kecil.
Dalam
menghitung indikator/ukuran fertilitas terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan
tahunan (yearly performance) dan
ukuran sejarah kelahiran (reproductive
history). Dari ukuran-ukuran diatas yang masuk ukuran yearly performance adalah CBR, GFR dan TFR. Sedangkan yang termasuk
ukuran reproductive history adalah
CWR.